Kamis, 17 Maret 2011

OH MELATI ...


Setetes Embun Menetes
Engkau Berikan Sebuah Kristal Penyejuk Sukma
Ku coba membuka hati agar dapat berkata-kata
Namun melati tetap tersenyum
Pikiranku tergambar tentang romantika masa silam
Mereka bertatapan sambil tersenyum
Hembusan angin bertiup
Memberikan bau harum kasih melati

Melati teman setia
Warna putihmu bagaikan langkah suci yang kini kuminta
Engkau sebarkan bunga-bunga keharuman di sudut hati
Menyimpan cinta yang tak kunjung sirna

Melati bunga impian
Smoga engkau tidak sirna karena topan dan badai
Dan tidak berubah warnanya
Karena masa yang telah berkarat
Dan tidak pula layu karena dusta yang dibuat-buat

Melati ... bunga kecantikan
Di kelopakmu yang utuh telah tertulis
Sebuah simbol keimanan
Akar-akarmu yang kokoh
Telah memberikan kekuatan iman yang abadi

Oh Melati ...
Semoga keharumanmu akan selalu menyebar sampai akhir jaman

SUJUD & ISTIGHFAR


Dalam Sujud Terakhirku

Dalam sujud terakhirku Ya Allah...
kuteriakkan Asma-Mu sekeras-kerasnya
agar runtuh dinding kesombongan dalam hatiku

Dalam sujud terakhirku Ya Rabbi...
ku menangis sejadi-jadinya
biar kering mata ini
namun basah ladang hati yang gersang

Dalam sujud terakhirku Ya Rahman...
kulihat semua dosa yang membayangiku
kelam mencengkram jiwa yang lusuh

Dalam sujud terakhirku Ya Rahim...
biarkan aku patah dalam cahayaMu
biarkan kumusnahkan titik-titik kemunafikanku
agar ku kembali dalam pelukan hidayahMu

Dalam sujud terakhirku
biarkan aku hirup nafasku sekali lagi
hanya untuk menyebut namaMu dan kekasihMu
 
 
 

Istighfar Kepada ALLAH SWT  

Istighfar, kalimat yang sangat pendek, tapi memiliki makna yang sangat dahsyat, sangat dalam, sangat indah dalam hidup kita. Istighfar memiliki dua makna.

Yang pertama, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta ampun kepada Allah, minta dimaafkan kesalahan kita, minta ditutupi aib-aib kita. Semakin sering kita beristighfar maka semakin bersih diri kita dari dosa, dari kesalahan, dari aib-aib. Karena itu Allah sangat menyukai hamba Allah yang terus beristighfar. Karena tidak satu pun di antara kita yang bersih dari dosa, maka istighfar adalah kewajiban dan kebutuhan kita, agar Allah mengampuni dosa kita, memaafkan kesalahan kita dan menutupi aib kita.

Yang kedua, setiap kali kita mengucapkan astagfirullahal 'adzim, berarti kita minta kepada Allah, mohon kepada Allah, amat sangat, agar Allah memperbaiki hidup kita, menguatkan aqidah kita, membuat kita nikmat dalam ibadah khusyuk, menjadikan akhlaq kita mulia.

Subhanallah. Satu ucapan tetapi memiliki dua keinginan. Karena itu tidak heran hamba Allah yang sungguh-sungguh beristigfar tampak dalam kehidupannya, semakin berkah, semakin membawa kebaikan dan perbaikan,semakin bahagia, tenang, senang, menyenangkan, di dunia dan di akhirat. Karena itu Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melazimkan, mendawamkan dirinya selalu beristighfar kepada Allah, maka Allah mudahkan saat ia sulit, Allah gembirakan saat ia sedih,dan Allah beri rezki dari jalan yang tidak pernah ia duga."

Kemudian dalam Al Qur'an surat Nuh ayat 10, 11, 12, Allah SWT berfirman, "Beristighfarlah kepada Tuhanmu - sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun - niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh:10-12)

Beristighfarlah kita kepada Allah, niscaya Allah turunkan musim hujan yang berat. Allah mudahkan kita mendapatkan rezeki. Allah hadirkan di tengah kita anak-anak kita, generasi-generasi yang sholeh, generasi robbani. Kemudian Allah makmurkan negeri kita, Allah sejahterakan kita. Allahu Akbar.

Jadi, istighfar bukan hanya kewajiban, tapi kebutuhan kita. Karena itulah Rasulullah SAW, beliau tidak bangun dari tempat tidur beliau, kecuali beliau beristighfar 70 kali, dalam hadits lain 100 kali. Padahal dia ma'sum, dijamin masuk surga, bebas dari dosa, (tapi) begitu hebat istighfarnya kepada Allah. Apalagi kita yang banyak dosa.

Astagfirullahal 'adzim, ampunilah dosa kami ya Allah.. tutupi aib kami.... betapa selama ini kami mudah tergelincir dalam dosa namun tak bersegera memohon ampun kepada-Mu.
 

KU RINDU CAHAYA-MU


Dalam sunyi kesendirianku
Dalam kegelapan malam-malamku
Dan di kedalaman sujudku kepada-Mu
Masih kah ada secercah cahaya-Mu mengarah kepadaku

Ya Rabb…
Kusadari, betapa kedangkalan hati ini
Seringkali mengkhianati ketaatanku kepada-Mu
Mengkufuri atas segala nikmat
Yang telah Engkau hamparkan di hadapanku

Ya Rabb…
Berapa banyak dosa yang belum kumohonkan ampuanan dari-Mu
Atas segala sikap yang tak pantas
Atas lidah yang acap perih menghiris hati
Atas bakti kepada orang tua yang terlalaikan hingga detik ini,
Iya hingga detik ini
Sungguh, tak kan mampu aku menghitungnya

Ya Rabb…
Ku mengerti cintaku kepada-Mu belumlah apa
Namun ijinkan aku dengan segala kerendahanku, memohon kepada-Mu
Jangan pernah Kau tinggalkan aku dalam kegelapan
Jangan biarkan lidahku kelu untuk selalu mengiba ampunan kepada-Mu
Jangan pula Kau biarkan hatiku membeku
Untuk memahami isyarat keagungan-Mu

Ya Rabb
Ku rindukan cahaya-Mu
Cahaya yang dengan ijin-Mu, mampu menembus ruang sanubariku
Hingga menjadikannya jernih, bagai telaga air yang mengalir di syurga-Mu
Hingga dengannya menghapus debu-debu yang menyelimuti hati-Ku
Duhai Sang Rabul Izzati
Duhai  Yang Maha Sempurna atas segala ciptaan-Nya

HATI


Sekeping hati..
Mampu mengungkap sejuta rasa..
Mampu menyimpan sejuta rahasia...
Hati membuat manusia gembira ..
Hati membuat manusia tersiksa..
Kerena hati jiwa merana ..

Rasa hati ..
Perlukah diri memendam rasa..
Patutkah rasa menjadi rahasia ..
Wajarkah wajah memancarkan rasa..
Wajarkah mata membiaskan rahasia..

Rahasia hati..
Relakah diri meluapkannya..
Untuk melebur dalam suka dan duka..
Atau tegakah diri membiarkan rasa..
Akankah terus menerus menjadi rahasia?

Dan ...
Semua akan menjadi mudah ......
Semua akan menjadi indah ......
Semua akan menjadi berarti .....
Bila dilakukan dengan hati .....

MAAFKAN, BILA HATI TAK SEMPURNA MENCINTAIMU


Sesungguhnya aku tak mampu untuk mempersembahkan untaian kata
Yang mampu kurajut menjadi puisi terindah untukmu
Hingga semua itu layak untuk mengungkapkan
Tulus rasa terpendam di hati yang tersimpan rapih untukmu

Dan malam ini, telah kupilih sepi yang terindah
Di mana cahaya rembulan tersenyum ramah
Kala rona bintang berbinar terang
Agar semua itu menjadi pijar yang selalu menyinari
Dan menghangatkan rasa rinduku yang tak ingin usai

Laksana cahaya rembulan menerangi gelapnya malam
Terkadang sirna tertutup awan mendung
Begitulah perjalanan sebuah kisah cinta
Yang tak selamanya berjalan sempurna

Bagaikan dinding sanubari hampir retak
Setiap ku sadari, kesempurnaan adalah keniscayaan
Mesti seberkas sinar terang, kadang datang menghampiri
Menenangkan hati, menyingkirkan bimbang yang terpatri

Namun, ku ingin yakinkan mu
Ketidaksempurnaan menjadikanku tak menyerah tuk terus memahamimu
Ketidaksempurnaan meneguhkanku agar setia tak mudah terkikis oleh waktu
Dan ketidaksempurnaan menguatkan inginku untuk tidak berhenti belajar sempurna mencintaimu

Kuyakin akan arifmu memahamiku
Hingga semua itu membuatku berani untuk jujur mengakui
Maafkan, bila hati tak sempurna mencintaimu
Bukanlah aku pemilik sempurna
Hanya Allah lah yang menyempurnakan untuk mencintaimu

MENTARI PAGI


Mentariku,
Senyumlah kepadaku di awal pagi ini
Karena kau adalah bahagiaku
Mentariku,
Senyumlah kepadaku di indah pagi ini
Karena kau adalah wujud dari mimpi indah malam-malamku

Mentariku,
Tahukan kau, senyummu selalu mengalirkan kesejukan
Sesejuk embun yang pagi ini membasahi tiap2 pucuk daun di taman hati
Mentariku, tahukan engkau
Saat senyum indahmu menyapa
Tak akan sedetik pun ku rela melepas pesona indahnya
Karena semua itu memberikan rasa yang tak kan bisa kucerita

Mentariku,
Pagi ini pada camar kutitipkan segala anganku
Agar dengan kepak sayapnya, mampu terbang menghantarkannya kepadamu
Mentariku,
Apakah engkau jawab atas segala doa?
Hmm ..... Semoga 



-di awal pagi yang cerah-

INDAHNYA HARIKU


Ku jelang pagi ini, dengan senyum penuh ketulusan
Kan kujalani hari ini dengan semangat penuh keikhlasan
Mencoba membuka mata, membuka hati, mencoba menguntai kata
Begitu luas hamparan untukku mewujudkan mimpi hati  

Biarlah kugantungkan segala asa yang ada pada cakarawala
Biarlah ku jaga rasa cinta yang ada dalam indahnya balutan awan putih  
Hingga dengannya kan gapai segala doa
Dan bersamanya  hidup semakin ku rasa bahagia

Teduhnya warna biru berhias awan putih tanpa batas
Hijau rumput laksana permadani pelengkap teman mimpi
Canda kicau burung di sela kepakan sayap yang  melintas di langit bebas
Bisikan angin yang bertiup begitu memanjakan
Sungguh membuaiku dalam pelukan alam luas

Tuhan ...
Ku bahagia atas nikmat-Mu
Ku bersyukur atas karunia-Mu

Biarlah semua ini tetap bisa kumiliki
Ijinkan semua ini tetap bisa aku nikmati
Karena Kau tau, saat semua itu tak lagi menemaniku
Hariku akan berubah menjadi sepi tanpa arti

UNTUKNYA.....

Rabbi
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya

Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya dengan Cahya-MU
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian

Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...

AKU KAN ADA UNTUKMU


Ketika kau merasa segalanya menjadi hampa,
Datanglah kepadaku, aku akan menjadi pelipur laramu
Ketika Kau merasa Tak berdaya
Sandarkanlah bebanmu di pundakku
Karena aku ada untuk meringankan segala berat yang menghimpitmu

Jika saat ini kau merasa bahagia dan melupakan aku
Percayalah, tak sedikitpun ada prasangka dalam hatiku
Jika saat ini segala cita dan cinta yang kau raih
telah menjauhkanmu dariku
Percayalah, aku tetap selalu di dekatmu,
walau kau tak pernah menyadarinya

Begitulah semuanya berjalan
Manusia tak selamanya merasakan rasa yang sama
Kadang bahagia, ada kalanya duka menyapa
Namun, satu hal yang kuingin kau tau
Hanya cerita bahagia yang kuingin dengar
dalam kisah perjalanan hidupmu
Tanpa berharap kau berbagi kepadaku
Namun saat duka itu menyapa, berbagilah
Karena aku akan selalu ada untukmu
Menghalau segala luka yang menghiris kalbumu

DAN AKHIRNYA ...


”ku berjalan terus tanpa henti
dan dia pun kini telah pergi
ku berdoa di tengah indahnya dunia
ku berdoa untuk dia yang kurindukan” (lirik nidji)




Tuhan ....
Mengapa kesedihan harus terjadi?
Sinar rembulanku redup kembali
Bersama Angan harapan yang kurindukan

Telah sekian kali aku berusaha
Sekian lama ku menanti
Dan akhirnya tak mampu kuraih
Ku harus bersabar tuk kenyataan ini

Tuhan ....
Aku lelah bermimpi
Aku lelah berharap
Tapi …
Aku tak boleh putus asa
Mungkin ini jalan yang Engkau takdirkan
Kegagalan menjadi suatu pelajaran
Kegagalan kan melatihku tuk bersabar

Ya Allah ...
Semoga banyak hikmah yang didapat dari setiap kegagalan
Semoga kau membuatku sabar tuk meraihnya
Dan memberikan yang terbaik untuk hambamu ini
Dengan ridhoMu lah yang sangat ku nanti




*Ditengah mendungnya cuaca dan hati.

HARUSKAH AKU MENANTI DISINI ...


Aku hanya bisa terdiam...
Saat ku tersadar Dia tak lagi ada...
Sejuta kenangan membungkus hati ku...
Semua tentang Dia, hanya Dia...

Haruskah aku menanti disini...
Berteman kesunyian hati ku...
Menunggu wujud janji nya...
Atau takkan ku temui sampai mata terpejam...

Kemana harus ku berpegang...
Ketika cinta itu harus menghilang...
Aku masih menunggunya...
Dan harapkan kasihnya...

Bila Dia memang kasih ku...
Dan jika memang aku, mempelai hatinya...
Aku kan terus menunggu...
Sampai aku tak lagi ada...




*Di sudut penantian

SENYUMKU PADAMU


Ya Allah ...
Dengan senyum aku bersyukur atas segala nikmatMu
Senyumku atas nikmat mengenal-Mu
Senyumku atas segala Kebesaran Asma-Mu
Senyumku atas yakin Kau slalu ada didalam segala lingkup hidupku
Senyumku atas Doa dan Harapan yang ku panjatkan pada MU
Senyumku atas ampunan dan kasih sayang Mu
Senyumku atas harapan janji akan Syurga-Mu
Senyumku atas harapan janji perjumpaan dengan-Mu

Dan dalam berjalannya waktu ...
Semoga senyumku adalah tanda bahagiaku akan MU
Karena Kau lah
Senyum ini mampu selamanya ku lakukan ...

KENAPA SESEORANG BISA JATUH CINTA ?


Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Surah Maryam : 96)
Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Berbunga-bunga hatinya
Mengalir dalam darahnya butir-butir semangat membara
Nafas lelah berubah jadi motivasi dan asa

Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Saat terbangun, mentari seakan lebih cerah dari biasanya
Mimpipun terasa singkat di malamnya
Dan senandung menjadi lazim tiap pagi harinya

Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Keringatnya kini jauh lebih sedikit dari kerja
Pikirannya pun lebih jernih seakan banyak jalan terbuka
Tangan dan kaki yang tadinya lemah kini lebih bertenaga

Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Bukan hanya karena pandangan akan rupa
Tak pula kata-kata yang menggoda
Karena itu semua mungkin hanya jalannya semata

Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Karena ada relung di balik dadanya
Tempat ia merasakan suka dan nestapa
Dimana ia simpan mimpi dan cita-cita

Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Karena sungguh Maha Sayang Sang Pencipta
Ia ciptakan seraut rasa suka
Yang bisa ciptakan puisi berjuta kata

Kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?
Semata-mata karena anugerah Sang Kuasa
Dalam bentuk fitrah seorang manusia
Agar dengan makhluk lain ia menjadi jauh berbeda

Dan kini aku sedang .... Jatuh Cinta

DAN KETIKA JIWA BERHARAP TENANG


Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah
irji’ii ilaa Rabbiki
raadhiyatan mardhiyyah
Fadkhulii fii ‘ibaadii
wadkhulii jannatii

“Hai jiwa yang tenang
Kembalilah kamu kepada Tuhanmu
dengan hati puas lagi diridhai
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu
Maka masuklah ke dalam surga-Ku.”
(al fajr :27-30)

Qad aflaha man zakkaha
Wa qad khaaba man dassaahaa

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
dan sesungguhnya merugilah orang  yang mengotorinya".
(Asy syams :9-10)


*** 

Dan takkala jiwa berpindah
dari keraguan kepada keyakinan,
dari kebodohan kepada ilmu,
dari kealpaan kepada dzikir,
dari khianat kepada taubat,
dari riya' kepada ikhlas,
dari kedustaan kepada kejujuran,
dari kelemahan kepada semangat yang membaja,
dari sifat 'ujub kepada ketundukan,
dari kesesatan kepada ketawadhuan,
Maka itulah jiwa telah tenang (muthmainnah)

Ya Allah,
Penggenggam jiwa-jiwa manusia
Jiwa ini tak mampu hidup tanpaMu
Berilah kami ketenangan jiwa
Jiwa yang khusyu’ lagi tunduk akanMu
Hingga kami kembali padaMu


Senin, 18 Oktober 2010

Gagal Memahami Alam


Bencana demi bencana seharusnya memberikan pelajaran penting bagi kehidupan kita. Adalah sebuah fakta bahwa negeri ini memiliki paling tidak 17.000 pulau besar dan kecil.
Dilihat dari berserakannya pulau-pulau itu di sebuah area seluas ini, tentu kita mendadak paham bahwa itu semua disebabkan oleh gempa-gempa terdahulu.
Guncangan demi guncangan, juga sapuan-sapuan tsunamilah yang mengakibatkan berserakannya pulau-pulau itu. Ini sebuah fakta dan pelajaran penting bahwa kita ternyata hidup di sebuah area yang memang rawan bencana. Jika tidak datang dari gunung, akan datang dari dalam bumi akibat patahan dan desakan, bisa juga datang dari laut. Bahkan bencana pun datang dari langit karena hujan atau kemarau yang terlalu.

Dengan keadaan alam seperti itu kita hidup dalam ribuan bahkan jutaan tahun. Catatan atau pengalaman pastilah memberikan pelajaran demi pelajaran yang tak akan pernah selesai setiap waktu. Pengalaman menghadapi semua itu membuat pikiran manusia berkembang dan cara bertindak pun semakin baik. Artinya, setiap pengalaman selalu memberikan ruang bagi pikiran dan tindakan untuk tetap atau berubah. Ketika alam semesta memberikan pelajaran kehidupan, manusia seharusnya bertindak dan berpikir serta berkembang semakin baik. Seharusnya juga demikian ketika bencana demi bencana itu menghampiri kita. Seharusnya kita menjadi lebih antisipatif, baik dalam bertindak, bijak dalam keputusan, tertata dalam penanganan.


Namun tampaknya berkali-kali kita gagal
Kita semua telah gagal dalam menata kehidupan masyarakat, terutama dalam bersikap terhadap alam semesta.
Kegagalan dalam bersikap karena kita tidak pernah belajar tentang perilaku alam semesta. Siulan burung, hanya ditangkap sebagai kicauan semata.
Gugusan mega hanya dimaknai sebagai keindahan ciptaan Tuhan semata.

Deru angin hanya dimaknai sebagai penyeka basah keringat. Padahal ketika siulan burung berubah menjadi tidak biasa, sebenarnya ia membawa isyarat alam lingkungannya. Ketika burung merasa gerah, perilakunya berubah dan siulan pun berubah. Isyarat berubahnya alam lewat burung itulah tak pernah menjadi pelajaran.

Nenek moyang kita terkenal sangat bijak dan cerdas dalam memahami itu semua.
Mereka benar-benar belajar pada alam semesta sehingga sangat antisipatif terhadap seluruh perubahan sekecil apa pun. Setiap perilaku yang berubah, dan tanda-tandanya dicatat.
Maka jadilah primbon (catatan). Namun masyarakat kita sekarang semakin menjauh dari suasana seperti itu karena lingkungan memang tidak pernah menyentuh wilayah pelajaran seperti itu.
Katanya sudah menjadi modern, maka catatan-catatan itu semakin tidak diperlukan.
Setelah terjadi peristiwa, baru fenomena yang berubah itu ramai diperbincangkan dan digosipkan.
Kita semakin gagal memahami kerja alam semesta.